Berbicara masalah Perubahan Iklim merupakan masalah yang lumayan rumit, akhir-akhir ini banyak wacana yang terus membahas mengenai perubahan iklim (Climate Change). Perubahan iklim merupakan siklus gejala alam yang biasa terjadi perlahan-lahan sekitar 50-100 tahun , namun seiring dengan perkembangan industri, serta konsumsi bahan bakar yang mengalami peningakatan setiap tahun, dan pengeluaran gas emisi karbon di atmosfer, perubahan iklim kini dirasakan dampaknya lebih awal. Akibat dari perubahan iklim, dalam beberapa tahun mendatang Indonesia akan mengalami krisis air, kemarau panjang, bencana banjir, kekurangan pangan, tenggelamnya banyak pulau serta meningkatnya penyakit malaria dan demam berdarah yang terjadi di seluruh Indonesia.
Perubahan iklim pun mulai dirasakan pada sektor ekonomi, sektor pangan, sektor pariwisata,bahkan ekosistem laut pun mulai merasakan dari dampak perubahan iklim, salah satunya ekosistem terumbu karang.
Ekosistem terumbu karang (Coral reef) merupakan ekosistem laut yang berperan dalam penyerapan karbon pun mulai merasakan dari dampak perubahan iklim. Terumbu karang di Indonesia terdapat 250-450 jenis (ekosistem terbesar di dunia)dan memiliki Luas Tutupan : 85.700 Km2 yang terbagi dalam 6,5 % dalam ‘kondisi baik’serta 93,5 % ‘keadaan RUSAK’.Terumbu karang di dunia terancam habis karena emisi karbondioksida. Jika dibiarkan 20 tahun mendatang akan hilang.
Beberapa manfaat dari terumbu karang itu sendiri:
- merupakan tempat mencari makanan dan daerah asuhan bagi ikan
- sebagai hasil tangkapan nelayan, beberapa ikan komersial yaitu ikan kerapu dan ikan baronang
- sebagai pelindung pantai dari ombak dan gelombang laut
- sebagai wisata bahari
Perubahan iklim menyebabkan suhu menjadi lebih hangat serta menyebabkan es di kutub utara mencair dan meningkatkan kenaikan muka air laut dimana zooxanthellae yang bersimbiosis dengan karang tidak cukup mendapatkan paparan sinar matahari untuk melakukan kegiatan fotosintesis yang dimana hasilnya dimanfaatkan bagi karang untuk mendapatkan nutrien. Meningkatnya CO2 ( karbon dioksida ) di atmofser yang hampir lebih 50% diserap lautan dapat menurunkan pH air laut.
Perubahan iklim juga menyebabkan perubahan kimiawi laut, dimana pH permukaan laut telah menurun sekitar 0.1 unit dan saat ini (prediksi saat ini sekitar 0.25-0.33 pH per unit bahkan mendekati 0.4) (Key et al 2004, Orr et al 2005, Harley et al 2006, Solomon et al 2007). meningkatnya kandungan CO2 pada laut juga menyebabkan mengurangnya ion carbonate. Menurunya pH dan kandungan ion carbonate ini bersama – sama menyebabkan terhambatnya pertumbuhan karang dalam membentuk kerangka yang menjadi keras pada Hard Coral, pertumbuhan ini menjadi struktur karang menjadi tipis dan rapuh.
Menurut Sumich (1992) menjelaskan bahwa adanya proses fotosintesa oleh alga menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat dengan menghilangkan karbon dioksida dan merangsang reaksi kimia sebagai berikut: Ca (HCO3) <-> CaCO3 + H2CO3<-> H2O + CO2
Fotosintesa oleh algae yang bersimbiose membuat karang pembentuk terumbu menghasilkan deposist cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat, kira-kira 10 kali lebih cepat daripada karang yang tidak membentuk terumbu (ahermatipik) dan tidak bersimbiose dengan zooxanthellae.peran simbiosis ini saling menguntungkan antara karang dengan zooxanthallae tersebut, dimana zooxanthallae mendapatkan zat anorganik yang terdapat di karang untuk melakukan fotosintesis.
Kondisi terumbu karang di dunia termasuk Indonesia terus mengalami kondisi yang memburuk karena temperatur/suhu di laut yang makin menghangat, pH yang tidak stabil dan perubahan pola angin. Kondisi tersebut mendorong terjadinya pemutihan karang (bleaching coral) massal, terjadinya bleaching coral adalah dimana zooxanthallae yang besimbiosis dengan karang lepas. Zooxanthallae ini juga yang menyebabkan bewarna-warninya pada terumbu karang menjadi lebih indah ,jika lepas meyebabkan karang menjadi putih. dan pengasaman air laut(acidification sea water) di masa yang akan datang sehingga akan mengancam pemulihan dan pertumbuhan terumbu karang ke depan.
Naiknya suhu permukaan laut yang diakibatkan oleh perubahan iklim diperkirakan akan berdampak jauh berbeda dibandingkan dengan perubahan-perubahan yang telah terjadi dalam 400.000 tahun terakhir. Para ahli iklim di dunia meramalkan akan naiknya suhu permukaan laut secara global antara 1,4-5,8ºC di akhir tahun 2100, mengakibatkan pemutihan karang yang sedianya sudah dapat terjadi ketika suhu musim panas lebih tinggi 1- 2ºC dari biasanya terjadi dalam skala besar-besaran dan dengan interval yang lebih sering. Dalam 30 tahun mendatang mereka juga meramalkan pemutihan terumbu karang dapat terulang tiap tahunnya di sebagian besar wilayah laut tropis dunia.
Menurut laporan greenpeace di Bali,”Pada akhirnya, keberlangsungan hidup terumbu karang di Bali dan wilayah tropis lainnya tergantung pada dapat dihindarinya bencana-bencana yang diakibatkan oleh fenomena perubahan iklim. Satu-satunya jalan untuk mencapai hal itu adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan aktivitas-aktivitas manusia, khususnya dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak bumi penyebab sebagian besar emisi itu,” ungkap Nur Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Se-Asia Tenggara.
Dampak perubahan iklim terhadap terumbu karang pun mengancam keberlanjutan ketersediaan pangan dan akan memaksa masyarakat di daerah pesisir berpindah karena kehilangan sumber makanan dan sumber pendapatan.
Studi yang dilakukan World Wildlife Fund (WWF) Internasional juga menyebutkan bahwa jika dunia tidak mengambil tindakan efektif untuk menekan dampak perubahan iklim maka kawasan terumbu karang di Segitiga Karang (Coral Triangle) akan hilang pada akhir abad ini. Hal itu membuat kemampuan daerah pesisir untuk menghidupi populasi di daerah sekitarnya akan berkurang 80 persen.
Menurut Direktur Jenderal WWF Internasional James Leape di sela Konferensi Kelautan Dunia (WOC) mengatakan,”Hal itu bisa terjadi karena keberadaan terumbu karang sangat memengaruhi kelangsungan ekosistem laut, termasuk kehidupan sumber daya hayati di dalamnya”. Segitiga Karang yang meliputi kawasan Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste mencakup 30 persen dari terumbu karang di dunia dan 76 persen dari spesies karang yang membentuknya merupakan tempat bertelur jenis ikan strategis, seperti ikan tuna.
“Jika terumbu karang, mangrove dan rumput laut dibiarkan rusak dan tidak diperhatikan, sumber daya hayati laut yang tersisa untuk dinikmati akan tinggal 10 persen dari yang ada sekarang,” kata Prof Ove Hoegh-Guldberg dari University of Queesnsland di Manado, di sela Konferensi Kelautan Dunia (WOC).
Pemerintah dan para instasi yang terkait harus serius menangani dampak perubahan iklim terhadap terumbu karang. Melalui upaya-upaya pengenalan pengetahuan dari dampak perubahan iklim kepada masyarakat, dimulai dari usia anak-anak hingga orang dewasa mampu mengetahui dan memahami serta menyadari dari dampak perubahan iklim. Jika tidak anak cucu kita yang merasakan dari dampak perubahan iklim yang berkepanjangan ini…
Dwijayanti Arum Sari
230210080036
Program Studi Ilmu Kelautan UNPAD
Referensi :
http://http://www.terangi.or.id/

wawh.. bagus juga tuh.. judulnya.. jadi coral reef sangat berpengaruh juga yah terhadap climate change?? posting terus yah yang berhubungan dengan climate change..
By: satriokelautan on December 24, 2009
at 8:11 am
menurut saya sih bukan coral reefnya yang berpengaruh terhadap perubahan iklim justru sebaliknya perubahan iklim mempengaruhi terumbu karang(coral reef) karena, meningkatnya kadar CO2 pada atmofser yang dimana laut menyerapnya menyebabkan struktur kimia laut berubah dimana laut meningkat keasamanya pada akhirnya mengurangi ion carbonate,
nah jika kondisi ini terus berlangsung terumbu karang akan lebih sedikit mensekresi ion-ion calsium carbonate (CaCO3) lebih sedikit dan kerangka kapur yang dibentuk menjadi lebih rapuh.
By: djeecintalaut on December 30, 2009
at 3:39 pm
ayo ayo ayo jaya kelautan indonesia…
kita tunjukkan pada dunia bahwa dunialah yang butuh Indonesia, bukan sebaliknya. hehehe…
By: elrianjani on December 25, 2009
at 10:52 am
ayo anak indnesia harus semakin cerdas,jangan mau kalah!
By: djeecintalaut on January 3, 2010
at 2:01 pm
Makasi ya artikelnya bisa menambah pengetahuan saya mengenei keterkaitan terumbu karang dengan perubahan iklim.
tapi saya masih belum mengerti mengenai pola perubahan angin bisa menyebabkan bleching pada terumbu karang?
Makasih
By: bella..brella =) on December 26, 2009
at 1:52 am
pola perubahan angin menyebabkan berubahnya frekuensi dan intensitas badai dan angin puyuh. Meningkatnya badai dapat mengakibatkan peningkatan kerusakan pada terumbu karang dimana zooxanthallae yang bertempat tinggal di polip – polip terumbu karang tersebut dapat lepas yang menyebabkan nutrien bagi terumbukarang juga tidak didapat lagi,,lepasnya zooxanthallae pada terumbu karang disebut ” bleaching”.
By: djeecintalaut on December 30, 2009
at 3:45 pm
oh gtu ya ?
pola perubahan angin itu akkan menyebabkan semakin panas dan berdampak pada alga dinoflagelata ?
lalu apakah upaya yang harus kita lakukan ?
dan usaha nyata apa dari pemerintah melihat kejadian seperti ini ?
By: bella..brella =) on December 29, 2009
at 3:06 am
pola angin,dan semakin hangatnya bumi merupakan bentuk dari perubahan iklim,menurut saya hangat suhu bumi tidak langsung berpengaruh pada alga yang bersimbiosis pada terumbu karang.
beberapa usaha pemerintah dalam melindungi terumbu karang, salah satunya
Coremap (coral reef rehabilitation and management program) adalah suatu program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat. Program Coremap II ini telah mendapat dana hibah dari pemerintah pusat melalui dana bantuan (Loan) dari Asian Development Bank (ADB).
By: djeecintalaut on December 30, 2009
at 4:27 pm
jadi jika terumbu karang tidak kita perbaiki apa jadinya lautan luas di indonesia tanpa adanya kehidupan terumbu karang (coral reef) ..?
terus posting mengenai perkembangan kelautan ini..
By: satriokelautan on December 30, 2009
at 3:16 pm
wah tahu tidak jika terumbu karang tidak diperbaiki dari sekarang lautan indonesia semakin sedikit hasil lautnya hal ini berdampak bagi penangkapan ikan para nelayan akan menurun drastis,,karena ternyata banyak ikan yang komersial yang berlindung di terumbu karang loh!! contohnya ikn kerapu,ikan kakap,dll.
sumber devisa negara dari segi pariwisatanya akan berkurang karena Keindahan terumbu karang sangat potensial untk wisata bahari. Masyarakat disekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, restoran, penginapan sehingga pendapatan mereka bertambah
By: djeecintalaut on December 30, 2009
at 3:55 pm
dijeecintalaut…di artrikel ditulis kemungkinan pemutihan terumbu karang terjadi dilaut tropis,,
mungkin g terumbu karang akan tumbuh dengan baik di laut subtropis atau laut yang dingin akibat pemanasan global ini???
By: reeesa03 on December 31, 2009
at 4:34 am
biarpun penetrasi cahaya lebih banyak ditemukan di laut tropis ada beberapa karang yang dapat hidup baik di laut subtropis,biarpun spesies yang dapat membentuk karang hanya ditemukan di daerah tropis.
terumbu karang dilautan tropis maupun subtropis jika terkena dampak perubahan iklim akan menggangu perumbuhan terumbu karang itu sendiri.
dari info yang saya dapat (Netsains.Com) pada terumbu karang pada hangat dan dingin yang terkena dampak perubahan iklim:
* Terumbu karang perairan hangat (daerah tropis)
Bukti menunjukkan bahwa tingkat kalsifikasi karang ini akan berkurang hingga 60%, kata peneliti AS menulis di jurnal Current Biology. Mereka mengatakan bahwa penurunan angka sebesar ini bisa mempengaruhi struktur karang, seperti pertumbuhan karang tergantung pada kemampuan hewan karang untuk membangun lebih cepat daripada pengikisan (erosi) kerangka terumbu. Struktur terumbu yang lemah cenderung akan rentan terhadap erosi akibat dari badai dan gelombang yang besar.
* Karang perairan dingin
Ditemukan di seluruh lautan di dunia, karang perairan dingin juga dapat menyediakan habitat penting bagi beberapa spesies ikan penting secara komersial. Ramalan menunjukkan bahwa sekitar 70% dari karang yang ada berada dalam ancaman pada akhir abad ini.
By: djeecintalaut on December 31, 2009
at 7:53 am
ooo.. begitu..
nah setahu saya.. kan coral reef di indonesia hampir sepertiga dari dunia dan menurut anda 93,5 % sudah rusak..
adakah konservasi secara besar-besaran mengenai rehabilitasi terumbu karang di indonesia..??
dan upaya-upaya seperti lembaga TERANGI dalam konservasi terumbu karang di indonesia..?
By: satriokelautan on December 31, 2009
at 8:52 am
Beberapa program dari TERANGI (THE INDONESIAN CORAL REEF FONDATION);
1)Pengelolaan Sumber Daya Terumbu Karang
Pengelolaan sumberdaya terumbu karang memusatkan pada:
* Analisa pemetaan dan hasil penelitian sumberdaya laut
* Skema zonasi dan pendekatan Pengelolaan Berbasis Masyarakat
* Pemantauan terumbu karang
* Mendukung konsep wisata selam yang terpadu dan berkelanjutan
2) Indonesian Coral Reef Working Group
Terangi telah ditunjuk sebgi koordinator nasional untuk Indonesian Coral Reef Working Group (ICRWG). Kelompok yang didirikan pada tahun 2001 tersebut terdiri atas peneliti terumbu karang, pemerintah, LSM, dan pengusaha. Para anggota saling berbagi informasi tentang terumbu karang. Dalam 12 bulan terakhir, ICRWG telah berkonsentrasi dalam penggunaan Pola Pemanfaatan Karang Hias secara Lestari.
Program ini bekerja bersama-sama dengan Program Pendidikan dan Pelatihan Terumbu Karang dan Program Penelitaian Terumbu Karang
By: djeecintalaut on December 31, 2009
at 9:02 am
Kerenzz postingannya,,,,
Sis katanya terumbu karang bisa ngurangin Kadar CO2 di atmosfernya, Bener g sis, tolong dunk kasih penjelasannya, agak g ngerti nih soal Terumbu”an,,,hahaha
Tq postingannya,,
By: DrHolic on January 2, 2010
at 12:23 pm
makasih,,
wah klo itu kurang jelas dan masih menjadi perdebatan, apakah benar terumbu karang dapat mengurangi kadar CO2 di atmofser?
namun yang saya ketahui alga yang bersimbiosis dengan terumbu karang membutuhkan CO2 untuk melakukan fotosintesis yang dimana hasilnya dimanfaatkan bagi terumbu karang itu sendiri untuk mendapatkan nutrien Tetapi karbon yang terserap bersumber dari karbon anorganik terlarut bukan CO2 yang berasal dari udara bebas di atmosfir.
wah ternyata terumbu karang pada malam hari menghasilkan CO2 loh!karena pada malam hari trumbu karang melakukan respirasi.
By: djeecintalaut on January 3, 2010
at 1:51 pm
Assalamu’alaikum ikut ngomrn..
ntar gantian ya mba ..
hheu
Apakah di Indonesia terdapat tmpat konservasi trumbu karang??dimana??apakah cukup efektif membantu dalam perubahan iklim??
Berdasarkan literatur, disebutkan bahwa lautan merupakan salah satu penyerap karbon dioksida tertinggi selain hutan hujan tropis. Salah satu ekosistem yg memiliki peran dalam mengurangi kadar Karbon dioksida adalah terumbu karang. Ekosistem tsb sangat dipengaruhi kondisi lingkungan perairan, cuaca, dan iklim. Pertanyaannya apakah keberadaan terumbu karang memiliki pengaruh terhadap perubahan iklim?? Menurut saya, hilangnya terumbu karang mngkn tidak berpengaruh langsung, tetapi berpengaruh secara tidak langsung thd iklim.
jadi sebenernya ada gk sih Pengaruh terumbu karang terhadap iklim dunia
yang saya tau adanya pengaruh perubahan iklim dunia terhadap terumbu
karang ???
atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih
By: M. Indera G.S.P. on January 3, 2010
at 7:40 am
1)untuk pertanyaan apakah di Indonesia terdapat tempat konservasi terumbu karang?
ada
2)dimana?
banyak terdapat tempat konvervasi terumbu karang di Indonesia salah satunya
Di Paparan Pulau Samalona dan Barrang Caddi
Kegiatan rehabilitasi ini adalah kerja sama antara Pusat Penelitian Terumbu Karang Unhas serta Departemen Kelautan dan Perikanan
3)apakah cukup efektif membantu dalam perubahan iklim??
saya rasa lebih efektif kepada terumbu karang itu sendiri dan biota disekitarnya. untuk rehabilitasi terumbu karang yakni biorock di Samalona dan transplantasi di Barrang Caddi
pada metode biorock didapat hasil setelah 6 bulan menunjukkan hasil positif. Ikan-ikan laut, meski yang terbilang kecil, mulai riang bermain di dalamnya. Hal ini membawa harapan bagi para nelayan, dan terjadi peningkatan panjang karang rata-rata 1 sentimeter.
sedangkan transplatasi di Barrang Caddi ini yang dikembangkan pakar kelautan dan perikanan Unhas bernama Syafyudin Yusuf dan Konsorsium Mitra Bahari dengan model transplantasi atau pencangkokan karang dengan mengikatkan di sebuah rak di dasar laut. Tujuannya untuk memulihkan atau membentuk terumbu karang alami, dapat berjalan dengan baik yang dimana pertumbuhan karang cangkokan cukup terlihat. Paling tidak lebih cepat dibandingkan karang yang dibiarkan hidup secara alami.
untuk pertanyaan ke -4
apakah Pengaruh terumbu karang terhadap iklim dunia yang saya tau adanya pengaruh perubahan iklim dunia terhadap terumbu
karang ???
wah untuk pertanyaan ini sama seperti pertanyaan yang diajukan oleh satrio
benar pendapat saya juga seperti itu bahwa perubahan iklim berpengaruh terhadap pertumbuhan karang, karna ternyata banyak peneliti – peneliti menyatakan bahwa meningkatnya karon dioksida menyebabkan ion carbonate yang terdapat di laut berkurang hal ini berdamak langsung pada organisme calcifier (penghasil kerangka keras polymorph mineral calcite dan aragonite). Organisme calcifier yang penting ini tersebar dalam rantai makanan, auto-heterotrophs yaitu dari bermacam-macam species Coral (+info: average Coral = SOURCE CO2 see Gattuso et al 1999, Suzuki & Kawahata 2003), Cocolithopore, Foraminifera, Echinoderm, Crustacean, Molluscs (kerang-kerangan), Coraline Red Algae, dll.
oh iya menurut literature yang saya dapat ternyata Adanya perubahan iklim yang akhir-akhir ini sering menimbulkan banjir di seluruh kawasan, juga berdampak positif terhadap pertumbuhan algae di terumbu karang karena bertambahnya nutrisi yang terus mengalir dari darat ke laut (McCook 1999).
By: djeecintalaut on January 3, 2010
at 3:02 pm
Syarat UAS Meteorologi
1. Deadline pengumpulan adalah tanggal 5 January 2010,
2. Isi diprint dan dikumpul pada tanggal 7 January 2010, ke bu lintang atau pak Noa,
3. Pertanyaan (komentar) dan jawaban diprint di lembar terpisah,
4. Link diprint dalam lembar terpisah,
1. Pembangunan blog
a. Pembangunan awal blog 30%
b. Isi 40%
2. Link 5%
a. Komentar 5%
b. Sustansi 10%
c. Jawaban pertanyaan 10%
By: noaa on January 3, 2010
at 3:22 pm
good…saya suka dengan gambar nyelamnya…kapan saya diajak?
1.pertanyaannya adalah
Ca (HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2…saya ingin tahu penjelasan lebih detail tentang reaksi ini?ok
By: noaa on January 3, 2010
at 3:27 pm
makasih Pa,,
hehe
g terbalik, kapan Pa Noaa ajak kita2,,,
Ca(HCO3)↔CaCO3 + H2
Jadi pada persamaan di atas telah terjadi reaksi bolak – balik dalam keadaan setimbang dimana pada senyawa kalsium hidro-karbonat terurai senyawa kalsium karbonat dan gas hidrogen
H2CO3 ↔ H2O + CO2
pada reaksi ini terjadi juga reaksi bolak – balik dan sama dalam keadaan setimbang asam karbonat terurai menjadi air dan gas karbondioksida.
Reaksi ini terjadi didalam tubuh karang, di mana pembentukan air dan karbondioksida dipercepat oleh adanya enzim Anhirase (Mapstone, 1990 in Azis, 2002) yang dimana Asam karbonat (H2CO3) ini berubah menjadi ion hidrogen (H+) dan karbonat (HCO3-) yang cenderung berubah menjadi H2O dan CO2.
By: djeecintalaut on January 5, 2010
at 5:40 am
Menurut anda terumbu karang dapat rusak apabila air laut terus dalam kondisi suhu yang hangat.
Lantas, apakah terumbu karang justru bisa hidup di air yang suhu nya relatif dingin ?
By: Faisal_npm_39 on January 3, 2010
at 3:44 pm
untuk suhu yang dingin ( subtropis )terumbu karang dapat hidup dengan baik, walaupun tidak sebaik di wilayah tropis.
By: djeecintalaut on January 4, 2010
at 12:47 am
Berarti tidak terlepas kemungkinan jika terumbu karang dapat hidup di suhu yang dingin..
Ok,, thanks jawabannya ya..
O iya,visit please ichal39.wordpress.com ,, and leave your comment please..
Thank you.
By: FaisaL on January 4, 2010
at 1:49 am
dije, mw tny ni…
kan perubahan iklim mempengaruhi terumbu karang,, bagaimana dengan fenomena el nino dan la nina,, apakah berpengaruh terhadap terumbu karang?
thanks,,, jgn lp coment blog saya juga ya
By: Rama Wijaya on January 4, 2010
at 7:21 am
berpengaruh juga kog, sama halnya dengan perubahan iklim atau global warming, pernah kejadian peristiwa el nino yang melanda indonesia pada tahun 1998 dimana terjadinya bleaching karang tercatat suhu air laut meningkat 2 – 3 derajat celsius dari suhu normal.
By: djeecintalaut on January 5, 2010
at 5:46 am
mba dj yg baik….itu fto selamnya asli ato tdk?hrhr
to the point aja…
Jelaskan Apa pengaruh dari CTI bagi habitat Coral di Indonesia terkait perubahan iklim??
By: Abdul Malik Firdaus on January 4, 2010
at 2:04 pm
abdul malik firdaus itu foto asli kog,,
dasar komentarnya g jelas.hoh
yang pasti adalah pengaruhnya jika niat baik pasti menghasilkan yang baik pula kan,,,
benar tidak!biarpun hasilnya belum dirasakan sekarang.
Program yang dikenal dengan Coral Triangel Inisiative (CTI) tersebut meliputi Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon,Timor Leste dan negeri kita Indonesia.Pembentukan Segitiga Terumbu Karang (CTI) merupakan upaya Indonesia untuk penanggulangan perubahan iklim global, dimana akhir-akhir ini mempunyai dampak pada kehidupan di sekitar laut, dan kehidupan biota laut salah satunya terumbu karang.
Rencana Aksi Coral Triangel Inisiative
Ada lima poin rencana aksi regional pengelolaan kawasan segitiga terumbu karang (CTI), masing-masing menetapkan program bentang laut (seascape), daerah perlindungan laut, mengantisipasi dampak perubahan iklim, pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, dan mengurangi daftar jenis-jenis biota laut yang terancam punah dari daftar Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam Internasional (International Union for Conservation of Nature).
Pengurangan (mitigasi) dan adaptasi perubahan iklim menjadi acuan besar keluarnya rencana aksi regional itu.
jika CTI konsisten dengan aksi tersebut dan dilaksanakan dengan baik pasti ada kemajuan. Ayo bisa!
By: djeecintalaut on January 5, 2010
at 8:37 am
terumbu karang bisa ga di kembangbiakan secara buatan???
jika bisa butuh berapa lama??? bisa di taruh laut lagi ga???
By: ojanmaul on January 4, 2010
at 4:34 pm
makasih ya ojan,
untuk memperbaiki terumbu karang yang sudah rusak, sudah ada teknik yang telah banyak dikembangkan di dunia adalah teknik terumbu karang buatan (artificial reef).
Terumbu buatan adalah suatu rekayasa struktur bangunan yang diturunkan ke dasar laut yang digunakan untuk merubah suatu perairan yang sepi ikan menjadi perairan yang ramai ikan.
untuk berapa lamanya dibutuhkan proses yang panjang.
untuk pertanyaan bisa di taruh laut lagi ga???
bisa kog terumbu karang buatan diturunkan ke laut namun proses pemilihan lokasi penurunan dan penempatannya di dasar laut memerlukan keterlibatan para ahli di bidangnya, tidak sembarangan.
By: djeecintalaut on January 5, 2010
at 8:09 am
Saya ingin bertanya, menurut anda bagaiman kita sebagai mahasiswa turut membantu dalam pemeliharaan terumbu karang. Thx
By: igleysiashutabarat on January 5, 2010
at 8:59 am
melakukan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya masyarakat pesisir seperti memberikan pengetahuan tentang terumbu karang, manfaatnya beserta pemeliharaan yang baik,,
By: djeecintalaut on January 5, 2010
at 9:14 am
salut dan tks infonya… bermanfaat banget
By: heri subagyo on February 1, 2010
at 7:50 am