Posted by: djeecintalaut | April 12, 2010

Ekologi Laut Tropis

Arum, D. 2010 . Ekologi Laut Tropis. https://djeecintalaut.wordpress.com/2010/04/12/ekologi-laut-tropis/

Hadis, S. 2010. Daftar Istilah Ekologi Laut Tropis. http://satriokelautan.wordpress.com/2010/04/12/ekologi-laut-tropis/

Permasalahan Ekologi dimana adanya hubungan makhluk hidup. Istilah ekologi, pertama kali digunakan oleh Arnest Haeckel , pada pertengahan 1860-an. Pada dasarnya ekologi mempunyai konsep yaitu: biotik,abiotik,ekosistem,hukum termodinamika I,hukum Termodinamika II, siklus biogeokimia, dan faktor pembatas. Ekologi Laut Tropis identik dengan Lingkungan Hidup Bahari, dimana semua proses ekologi dan interaksi makhluk hidupnya yang terdapat pada Laut Tropik.

Laut tropik mempunyai karakteristik yang khas, yaitu :

  • Variasi produktivitas yang berbeda dengan laut subtropik, laut kutub. Dimana kondisi optimal bagi produksi fitplankton dan konstant sepanjang tahun.
  • Secara umum biota yang hidup pada laut tropik terdiri dari algae, herbivora, penyaring, predator dan predator  tertinggi.
  • Predator tertinggi pada laut tropik (tuna, lanset fish, setuhuk, hiu sedang dan hiu besar), predator lainnya: cumi-cumi, lumba-lumba.

Dalam suatu ekologi terdapat sebuah sistem yang terbentuk akibat hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang dikenal dengan ekosistem.  Interaksi terjadi dalam ekosistem  karena:

aliran energy

siklus materi

Suatu ekosistem dibentuk oleh berbagai komponen, yaitu abiotik dan biotik. Komponen abiotik : air, gas, tanah. Komponen biotik : bakteri, plankton, benthos, ikan. Dalam Ekosistem, dikenal beberapa istilah yaitu produsen, konsumen, decomposer, populasi, Komunitas, Individu, relung niche, dan lain sebagainya.

Relung (niche), tidak hanya meliputi ruang/tempat yang ditinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan: temperatur, kelembaban, pH, tanah dan kondisi lain, tidak hanya tergantung di mana organisme tadi hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme dihambat oleh spesies lain.Relung (niche) diperlukan sebagai landasan untuk untuk memahami berfungsinya suatu komunitas dan ekosistem dalam habitat utama, mengetahui tentang kepadatan populasi, metabolisme secara kolektif, pengaruh faktor abiotik terhadap organisme, pengaruh organisme yang satu terhadap yang lainnya.

Dalam konsep relung (niche) terdapat hukum interaksi yang berlaku pada suatu ekosistem, yaitu:

Suksesi

Suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang yang berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Suksesi terjadi sebagai akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.

Akhir proses suksesi komunitas yaitu terbentuknya suatu bentuk komunitas klimaks. Berdasarkan kondisi habitat pada awal suksesi, dapat dibedakan dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

Faktor pembatas dalam Ekologi Laut Tropis

  • Beberapa faktor dalam proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup seperti cahaya, suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum.
  • Dalam ekologi tumbuhan faktor lingkungan sebagai faktor ekologi dapat dianalisis menurut bermacam-macam faktor. Satu atau lebih dari faktor-faktor tersebut dikatakan penting jika dapat mempengaruhi atau dibutuhkan, bila terdapat pada taraf minimum, maksimum atau optimum menurut batas-batas toleransinya .
  • Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.
  • Faktor-faktor lingkungan penting yang berperan sebagai sifat toleransi faktor pembatas minimum dan faktor pembatas maksimum.
  • Pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien, suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan.

Makluk yang hidup atau mati tersusun oleh materi ,dimana didalam  suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam komponen biotik melalui udara, tanah, dan air. Daur ulang materi tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik). Dengan berlangsungnya siklus ini sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.

Macam-macam Daur Biogeokimia


Sebagian besar uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tiga perempat luas permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah dan air tanah.Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup 90% penguapan pada ekosistem darat. Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan yang dimakan.Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan bumi disebut Siklus Pendek.

Daur Nitrogen


Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik seperti urea, protein, dan asam nukleat atau sebagai senyawa anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitrat.dalam siklus nitrogen terjadi dua tahap:

Tahap pertama

Selain air hujan yang membawa sejumlah nitrogen, penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen ini dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polong-polongan, bakteri Azotobacter dan Clostridium. Sedangkan di laut ganggang hijau biru memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen.

Tahap kedua

Jika tumbuhan atau hewan mati, maka pengurai akan merombaknya menjadi gas,disebut proses amonifikasi

Nitrat yang digunakan oleh produsen (tumbuhan)       →         molekul protein.

↓   (Jika tumbuhan atau hewan mati, maka pengurai akan merombaknya menjadi gas,disebut proses amonifikasi)

amoniak (NH3) dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+)

senyawa ammonium       →        nitrat (oleh  Nitrobacter)

Apabila oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen oleh proses yang disebut denitrifikasi.



karbon diambil dari atmofser dalam berbagai cara :

Tumbuhan melakukan proses fotosintesis dimana, unsure ini sangat penting dalam berlangsungnya fotosintesis,karena dapat mengubah karbon oksida menjadi senyawa yang lebih kompleks yaitu karbohidrat.

Di permukaan laut

Di suhu air yang lebih dingin akan menyerap karbon lebih baik daripada suhu permukaan laut yang hangat.

Karbon dapat dikembalikan lagi ke atmofser dengan cara:

Melalui pernafasan(respirasi) oleh beberapa konsumen tingkat I/II.

Melaui Pembusukan binatang/tumbuhan oleh decomposer,mengurai senyawa karbon menjadi karbondioksida jika tersedia oksigen ,atau menjadi metana jika tidak tersedia oksigen.

Pembakaran fosil seperti batubara


Fosfor salah satu dari siklus biogeokimia, fosfor terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO43-).  dimana, fosfor di alam terdapat dalam dua bentuk, yakni fosfat anorganik dan fosfat organik.

PENGELOLAAN SUMBER DAYA WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN SECARA TERPADU

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau (17.500),dengan wilayah laut serta pesisirnya (3,1 km2 dan ZEE  2,7 km2 ).Wilayah laut dan pesisir adalah kawasan yang sangat penting bagi sebagian besar penduduk di Indonesia(Dahuri,1995).Wilayah laut dan Pesisir Indonesia merupakan kawasan yang penting untuk lingkungan hidup didunia. Indonesia diakui sebagai pusat keragaman hayati dunia untuk biota – biota laut dan pesisir,termasuk terumbu karang, mangrove, dan lamun,yang merupakan perairan khas laut tropis.(Tomasick et al,1997). Vegetasi khas tropis seperti mangrove ini di hampir 30% di dunia berada di Indonesia.Diperkirakan 75.000 km2 atau 14% dari luas terumbu karang yang ada di duni hidup di perairan Indonesia (Cesar,1996).Wilayah laut dan pesisir Indonesia juga ditumbuhi kurang lebih 15 dari 52 jenis lamun (sea grass) yang ada di dunia(Kuriandewa,2003).

Sebelum membahas ekosistem khusus perairan laut tropis (mangrove,terumbu karang,dan lamun)sebaiknya mengetahui konsep pengelolahan pesisir dan laut agar tetap terjaga kelestariannya ada beberapa  Konsep pengelolaan wilayah pesisir dan lautan

Dikenal juga dengan terminologi:

–          Integrated Coastal Zone Management (ICZM)

–          Integrated Coastal Zona Planning and Management

–          Integrated Coastal Management

–          Integrated Coastal Resources Management

–          Coastal Zone Resources Management

–          Coastal Resources Management

–          Coastal Zone Management

Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem Terumbu karang merupakan ekosistem yang berkembang baik di laut tropis, dengan suhu air yang berkisar anatara 23 -32 derajat celcius,dengan kondisi perairan yang jernih.Di Indonesia  Luas terumbu karang diperkirakan mencapai 60.000 km2, namun hanya 6,2% saja yang kondisinya baik.Tekanan terhadap keberadaan terumbu karang sebagian besar diakibatkan oleh kegiatan manusia diantaranya;

  • Pencemaran minyak dan industri, kegiatan manusia ini menyebabkan kondisi perairan terumbu karang tercemar,yang seharusnya dimana kondisi terumbu karang yang baik jika kondisi perairan tersebut dalam kondisi jernih.
  • Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang,
  • Peningkatan suhu permukaan laut,atau bisa disebut dengan global warming ini menyebabkan naiknya muka laut karena mencairnya es di kutub, dimana terumbu karang tidak bisa mentoleransi  Kedalaman perairan yang seharusnya kurang dari 40 m, dan dampaknya terhadap karang terjadi proses bleaching coral.
  • Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik
  • Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
  • Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
  • Perusakan akibat jangkar kapal

Jika kerusakan tersebut berlangsung secara terus menerus ekosistem terumbu karang tidak lagi berperan penting sebagai feeding ground, fishing ground, spawning ground and nursery ground,terjadinya pengikisan pantai (abrasi), Sebagai penyerap karbondioksida,dan sebagai pengendap kalsium yang mengalir dari sungai ke laut . Hal ini menyebabkan terumbu karang tidak lagi Sebagai daya tarik wisata bahari.

Ekosistem Padang Lamun

Lamun merupakan satu – satunya tumbuhan berbunga yang beradaptasi hidup terbenam dalam laut. Dan merupakan salah satu ekosistem khas laut tropis.Seperti tumbuhan lain Lamun terdiri dari atas akar, daun dan tangkai-tangkai merayap (rhoizome). Lamun hidup pada perairan dangkal yang agak berpasir.Lamun hidup di lingkungan pengaruh ombak,sedimentasi,pasang surut,dan curah hujan.Fungsi ekologi yang penting yaitu sebagai feeding ground, spawning ground dan nursery ground beberapa jenis hewan yaitu udang dan ikan baranong, sebagai peredam arus sehingga perairan dan sekitarnya menjadi tenang.

Ancaman Terhadap Padang Lamun

  • Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi)
  • Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin
  • Pembuangan sampah organik
  • Pencemaran limbah pertanian
  • Pencemaran minyak dan industri

Ekosistem Mangrove

Hutan mangrove merupakan sejumlah komunitas tumbuhan khas pantai tropis yang didominasi oleh pohon dan semak tumbuhan bunga (angiospermae). Mangrove merupakan salah satu ekosistem langka dan khas di dunia, karena luasnya hanya 2% permukaan bumi. Indonesia merupakan kawasan ekosistem mangrove terluas di dunia. Karakteristik habitat yang menonjol di daerah hutan mangrove diantaranya adalah jenis tanah berlumpur, berlempung atau berpasir, lahan tergenang air laut secara periodik, menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat seperti dari sungai, mata air dan air tanah, airnya payau dengan salinitas 2-22 ppt atau asin dengan salinitas sekitar 38 ppt (Nirarita et al, 1996). Umumnya tumbuh subur di daerah pantai yang landai di dekat muara sungai dan pantai yang terlindung dari kekuatan gelombang.

Ekosistem ini memiliki peranan sosial-ekonomi dan ekologi yang sangat penting. Fungsi ekologi hutan mangrove meliputi tempat remediasi bahan pencemar, menjaga stabilitas pantai dari erosi, intrusi air laut, dan tekanan badai, menjaga kealamian habitat, menjadi tempat bersarang, tempat daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makanan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang, kerang, burung dan fauna lain, pembentuk daratan, serta memiliki fungsi sosial sebagai areal konservasi, pendidikan, ekoturisme dan identitas budaya.

Ancaman terhadap Mangrove;

  • Pencemaran minyak
  • Konservasi menjasi lahan pertanian dan perikanan
  • Pembuangan sampah padat
  • Penambangan
  • Ilegal Loging

Responses

  1. […] Arum, D. 2010 . Ekologi Laut Tropis. https://djeecintalaut.wordpress.com/2010/04/12/ekologi-laut-tropis/ […]

  2. tulisan yang menarik…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: